By.U: Dari Saya Oleh Saya Untuk Saya

76 heart(s) out of 100 from 7 user(s)

By.U!! Mendengar nama tersebut saya langsung terngiang masa-masa SMA, karena apa? Karena dulu, ada sahabat SMA yang namanya “BAYU”. Sahabat yang boleh dibilang paling menjengkelkan, karena dia paling usil dan jail lah pokoknya. Sama seperti provider By.U yang juga sama menjengkelkan, tapi bukan karena usil dan jail, melainkan karena……Ok ok, akan saya jelaskan pelan-pelan, jadi simak baik-baik dongeng ini.

Pada jaman dahulu, sebelum provider by.U menyerang, saya hidup tentram dengan sebuah hp yang didampingi 2 provider yang sudah menemani saya cukup lama. Kejengkelan saya mulai hadir saat saya iseng menginstall aplikasi by.U. Di jaman yang serba digital, kita memang serba dimudahkan, begitupun dengan hadirnya by.U. Provider ini memudahkan segalanya, bahkan sampai membeli sim card-pun tanpa harus keluar rumah dan asyiknya kita bisa BYOP (build your own plan). Dengan BYOP, kita pilih sendiri kouta, toping, masa aktif dll gak pake ribet, tinggal bukak aplikasi, klik sana sini dan beres #SemuanyaSemaunya. Itu jelas salah satu daya tarik tersendiri apalagi untuk orang-orang super sibuk dan juga para kaum mager.

Kehadiran by.U membuat saya bimbang dan berfikur cukup lama sampai. Dan itupun awal mula kenapa saya jengkel dengan by.U, kenapa kamu harus datang disaat saya sudah hidup nyaman dengan provider lama saya. Dan sampai akhirnya saya-pun memutuskan untuk mencoba by.U selama satu bulan dengan catatan jika saya cocok akan maka salah satu provider akan saya ganti.

Hari terus berganti, malam malah sunyi telah saya lewati bersama by.U. Dan akhirnya sampailah di hari ke 30 atau tepatnya satu bulan setelah saya memutuskan untuk mencobanya. “Ternyata sudah 30 hari aku bersamamu!”, kataku dalam hati. Banyak sekali cerita indah yang sudah saya lewati bersama by.U dengan kemudahannya membeli kouta, dan juga toping-toping yang pastinya bisa dipilih sesuai kebutuhan, pokoknya #SemuanyaSemaunya saya, tergantung kebutuhan pastinya. Dan dengan alasan tersebut pula sayapun melanjutkan kemesraan saya dengan by.U sampai sekarang.

Ok ok, sudah cukup cerita dongeng tentang by.U yang menjengkelkan karena sudah membuat saya membuang kartu sim lama saya, dan itu nomer penting juga bro! Ok ok, kita lanjut ya! Selain kemudahan yang ditawarkan oleh by.U, hal yang membuat saya tertarik untuk berpaling tentu adalah harga. Harga yang ditawarkan cukup menggiurkan. Dan di masa pandemi seperti ini kebutuhan internet jelas lebih banyak. Karena kita jelas banyak sekali menghabiskan waktu dirumah, baik yang sekolah ataupun yang bekerja juga sama saja dan by.U mengerti tentang ini. Jadi tidak usah khawatir karena kita bisa mendapatkan akses internet dengan harga yang cukup terjangkau dengan by.U.

Unlimited Kuota

Siapa sih yang suka jengkel dengan karena lagi asyik streaming tiba-tiba kuota habis. Tenang, by.U ada paket unlimited yang bisa kalian pilih antara lain 1 Mbps dan 1,5 Mbps. Kedua paket Unlimited ini tidak memilik FUP (Fair Usage Policy) atau batas pemakaian wajar. Jadi aman lah dipakai streaming berlama-lama. Tapi, batas kecepatan yang bisa didapat adalah up to 1 Mbps untuk paket 1 Mbps dan 1,5 Mbps untuk yang satunya. Untuk harganya sendiri bisa disesuaikan sesuai kebutuhan, hariankah, mingguan atau bulanan bisa pilih sesukamu.

Ya begitulah cerita pendek saya tentang by.U yang boleh dibilang sangat puas. Apalagi dengan kehadiran paket unlimited sangat memanjakan saya juga tentunya. Intinya, provider ini itu “Dari Saya, Oleh Saya, Untuk Saya” #SemuanyaSemaunya saya!

Share!

About Author

Flynn Glenn
Take responsibility of your own happiness, never put it in other people’s hands.

Related Post